Minggu, 13 Oktober 2013

4 Aliran Pendidikan

Dalam dunia pendidikan terdapat 4 pendapat ahli tentang bagaimana pembentukan karakter seseorang yang dikenal dengan istilah aliran pendidikan. Aliran tersebut berbeda-beda dalam menafsirkan bagaimana karakter seseorang dapat terbentuk, ada yang mengatakan bahwa pengalaman dan lingkungan  membentuk karakter seseorang, ada pula yang mengatakan bahwa seseorang telah terlahir dengan pembawaan baik atau buruk, ada yang berpendapat bahwa anak terlahir baik dan adapula yang menggabungkan pengalaman dan bawaan. Untuk lebih memperjelas readers simak ulasan berikut. cekidot!! -_-
1. Aliran empirisme (aliran optimisme)
Aliran ini dimotori oleh John Locke yang mengatakan bahwa anak lahir kedunia dalam keadaan seperti kertas kosong atau meja lilin (tabula rasa) tanpa ada sedikit tulisanpun diatasnya. Aliran empirisme mengutamakan perkembangan manusia dari segi empirik yang secara eksternal dapat diamati dan mengabaikan pembawaan sebagai sisi internal manusia. Dengan kata lain pengalaman adalah sumber pengetahuan, sedangkan pembawaaan yang berupa bakat tidak diakui. Manusia dilahirkan dalam keadaan kosong, sehingga pendidikan memiliki peran penting yang dapat menentukan keberadaan anak. Aliran ini melihat keberhasilan seseorang hanya dari pengalaman (pendidikan) yang diperolehnya, bukan dari kemampuan dasar yang merupakan pembawaan lahir.
2. Aliran nativisme (aliran pesimistik)
Tokoh aliran ini adalah Arthur Schoupenhauer yang berpendapat bahwa anak lahir dengan pembawaan yang baik dan buruk. Aliran nativisme menyatakan bahwa perkembangan seseorang merupakan produk dari pembawaan yang berupa bakat. Bakat yang merupakan pembawaan seseorang akan menentukan nasibnya. Aliran ini merupakan kebalikan dari aliran empirisme. Orang yang “berbakat tidak baik” akan tetap tidak baik, sehingga tidak perlu dididik untuk menjadi baik. Orang yang “berbakat baik” akan tetap baik dan tidak perlu dididik, karena ia tidak mungkin akan terjerumus menjadi tidak baik.
3. Aliran naturalisme
Aliran ini dipelopori oleh J.J. Rousseau. Aliran naturalisme menyatakan bahwa semua anak yang dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan baik. Anak menjadi rusak atau tidak baik karena campur tangan manusia (masyarakat). Pendidikan hanya memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan sendirinya. Pendidikan hendaknya diserahkan kepada alam. Dalam mendidik seorang anak hendaknya dikembalikan kepada alam agar pembawaan yang baik tersebut tidak dirusak oleh pendidik.
4. Aliran konvergensi
Aliran ini dipelopori oleh William Stern yang menggabungkan antara teori empirisme dan teori nativisme. Aliran ini menyatakan bahwa bakat, pembawaan dan lingkungan atau pengalamanlah yang menentukan pembentukan pribadi seseorang.  Pendidikan dijadikan sebagai penolong kepada anak untuk mengembangkan potensinya. Yang membatasi hasil pendidikan anak adalah pembawan dan lingkungannya. Aliran ini lebih realitis, sehingga banyak diikuti oleh pakar pendidikan.

nah itulah 4 aliran pendidikan, nah sekarang pertanyaannya aliran mana yang sesuai diterapkan di Indonesia??hayooo.... pada bingung readers,, yang sesuai diterapkan di Indonesia adalah aliran konvergensi yang menggabungkan pembawaaan dan pengalaman sebagai pembentuk karakter seseorang. Di Indonesia mengakui pengalaman dan bawaan sebagai pembentuk karakter seseorang.

udahh pada ngertikan readers apa saja aliran pendidikan itu,, jika ada ketidakjelasan silahkan komen..Sekian dan Terimakasih. Semoga bermanfaat :)

1 komentar: